12 Juli: Menengok Koperasi Sebagai Pendongkrak Perekonomian Indonesia

12 Juli: Menengok Koperasi Sebagai Pendongkrak Perekonomian Indonesia

Seluruh lapisan masyarakat seharusnya tahu jika koperasi mempunyai peranan yang penting dalam membangun perekonomian kelas menengah ke bawah di Indonesia. Namun, masih banyak masyarakat Indonesia yang menganggap peran koperasi di Indonesia tidaklah penting atau bahkan tidak peduli sama sekali. Dalam memperingati hari Koperasi di Indonesia pada tanggal 12 Juli, ESCO (Economic Student Cooperative) FEB UI  ingin mengajak kepada pembaca bahwa koperasi di Indonesia masih mempunyai andil yang besar dalam memajukan perekonomian Indonesia.

Tahukah Anda bahwa koperasi merupakan alat pendokrak perekonomian para petani? Untuk mendapatkan modal awal untuk membeli benih-benih padi, menyewa traktor, membeli pupuk, menyewa penggiling padi dan kegiatan lainnya sebelum mereka mendapatkan penghasilan dari menjual padi, mereka semua tentu membutuhkan jumlah uang yang lumayan besar sebagai modal awal dalam pekerjaan mereka. Dalam hal itu, maka di Indonesia sering nampak koperasi yang ditujukan khusus untuk para petani, bahkan ada di setiap desa. Koperasi membantu mereka mendapatkan modal awal dengan bunga yang sangat rendah dan ada juga yang memberikan kredit tanpa agunan. Kebanyakan koperasi memberikan pinjaman kepada para petani sebagai modal awal untuk menggarap lahan mereka. Selain itu iuran wajib sebagai anggota koperasi dipergunakan untuk kepentingan anggotanya. Semua kembali seperti prinsip awal koperasi, memberikan nilai kesejahteraan bagi tiap-tiap anggotanya.

Kasus di atas sama dengan koperasi yang ada di Indonesia untuk para pekerja atau pegawai, nelayan, dan lainnya. Pada umumnya, jenis koperasi tersebut adalah koperasi simpan pinjam. Dimana para pekerja dapat pinjaman dana untuk kebutuhan sehari-hari dan dapat juga untuk keperluan usahanya. 

Ditambah dengan adanya koperasi-koperasi di tingkat mahasiswa membuat perekonomian sekitar menjadi berkembang. ESCO bersama koperasi mahasiswa lain dari Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Budaya, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat tentu membantu perekonomian rakyat Indonesia di sekitar yang menjadi anggota bagian dari koperasi tersebut. Para pegawai koperasi mahasiswa pun mendapatkan berbagai keuntungan dalam menjadi anggota koperasi mahasiswa di Universitas Indonesia.

Dengan adanya dorongan dari koperasi, setidaknya masyarakat kelas menengah ke bawah dapat menjadi masyarakat yang mampu menangani keadaan finansial mereka sendiri. Koperasi membentuk mereka menjadi karakter yang mandiri, karena mereka dituntut untuk dapat mengembalikan pinjaman modal, maka mereka perlu menjalankan usaha atau pun pekerjaannya semisal bercocok tanam dan pergi melaut mencari ikan bagi para nelayan. Mereka terbentuk karakter tanggung jawab, menjadikan anggota koperasi harus membayar simpanan pokok koperasi dan membayar kembali pinjaman modal. Di samping itu semua, ada poin positif yang didapat bahwa di kalangan mahasiswa rupanya telah membantu berkembangnya koperasi dan membuktikan bahwa koperasi masih mempunyai fungsi yang vital bagi perekonomian masyarakat sekitar kampus.

Marketing and External Relation
ESCO (ECONOMIC STUDENT COOPERATIVE)  
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Indonesia
Depok, Jawa Barat

Komentar

    Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar